
RADAR DEPOK.COM – Polisi cilik (Pocil) SD Pemuda Bangsa Kota Depok, berhasil menjadi Juara Harapan 1 dalam lomba festival Pocil se-Polda Metro Jaya (PMJ). Pada kegiatan ini Pocil SD Pemuda Bangsa mewakili Polresta Depok, dan bersaing bersama sembilan polres lainnya.
Seperti Polresta Bekasi, Polres Bekasi, Polresta Tangerang, Polres Jakarta Selatan, Polres Jakarta Timur, Polres Jakarta Utara, Polres Jakarta Barat, Polres Jakarta Pusat, dan Polres Tangerang Selatan.
Koordinator Pocil SD Pemuda Bangsa, Vevi mengatakan, timnya terdiri dari 22 siswa dari Kelas V dan Kelas VI, yang dibimbing Danton, Nasywan. Tujuan lomba ini guna menanamkan kedisiplinan, tertib berlalu lintas, dan pendidikan karakter.
“Alhamdulillah kami meraih Juara Harapan 1 dalam lomba ini, semoga kedepan bisa lebih baik lagi,” ungkap Vevi kepada Radar Depok.
Vevi melanjutkan, format penilaian lomba polisi cilik tingkat Polda Metro Jaya. Meliputi kepemimpinan, ada penguasaan materi, penguasaan lapangan, hingga cara memberikan aba-aba. Dilombakan juga soal peraturaan baris-berbaris. Yakni, sikap sempurna, hormat, istirahat di tempat, periksa kerapihan, berhitung, setengah lencang kanan dan kiri, lencang kanan dan kiri, hadap kanan, lencang depan, hadap kiri, hadap serong kanan, hadap serong kiri, balik kanan, balik kanan jalan di tempat, empat langkah kanan, dan empat langkah kiri.
“Kemudian empat langkah ke depan, empat langkah ke belakang, langkah tegap, biasa, berlari, perlahan, tegap ke biasa, tiap dua kali banjar dua kali belok kanan, langkah biasa ke tegap, hormat kanan, buka tutup barisan, dan bubar jalan,” tutur Vevi, didampingi Kepala SD Pemuda Bangsa, TH Ekaningsasi Pudjiastuti.
Sedangkan penilaian lainnya 12 gerakan pengaturan lalu lintas. Meliputi, stop semua jurusan, stop arah tertentu, stop depan, stop belakang, stop depan dan belakang, menjalankan dari arah kanan, menjalankan dari arah kiri, menjalankan dari arah kanan dan kiri, perceepat kanan, percepat kiri, perlambat depan, dan perlambat belakang.
Dinilai juga kecakapan Danton, seperti penguasaan materi, penguasaan lapangan, dan cara memberi aba-aba. Selanjtnya ada variasi formasi, mulai dari tingkat kesulitan, kerapihan, kekompakan.
“Gerakan lain yang dinilai adalah soal koreografi. Dari tingkat kesulitan, keindahan, serta keselarasan dengan lagu,” tutup Vevi.
sumber : radardepok.com